SMK Negeri 2 Kuningan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menggelar Workshop Mitigasi dan Simulasi Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi situasi darurat. Kegiatan edukatif yang mengusung tema pentingnya mewujudkan sekolah aman dan tanggap lingkungan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026 di Aula SMKN 2 Kuningan.

Acara ini diikuti secara antusias oleh 640 siswa yang dibekali langsung dengan pemahaman teori kebencanaan serta latihan evakuasi mandiri secara praktis.


Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana

Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aman dari berbagai ancaman risiko bencana. Kerja sama strategis bersama institusi seperti BPBD Kabupaten Kuningan dipandang menjadi langkah krusial dalam menanamkan kesadaran mitigasi sejak dini kepada para generasi muda.

Materi workshop dipaparkan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kuningan, Yayan Indrayana, S.IP.. Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa kesiapsiagaan sejati bukan sekadar tahu apa yang harus diperbuat secara teori, melainkan melatih refleks tubuh melalui pembiasaan tindakan yang benar saat kepanikan melanda.


Teori dan Latihan Evakuasi Mandiri

Selama kegiatan berlangsung, ratusan siswa diajarkan cara mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar, membaca jalur evakuasi sekolah, serta memahami titik kumpul darurat yang aman.

Tidak berhenti pada pemaparan materi, tim BPBD Kuningan juga memandu jalannya simulasi evakuasi mandiri. Saat sirine darurat disimulasikan berbunyi, para siswa mempraktikkan langkah penyelamatan diri secara runut, mulai dari melindungi area vital kepala, mencari perlindungan di bawah furnitur kokoh, hingga bergerak teratur menuju area terbuka tanpa berdesakan.

Melalui sinergi positif ini, SMK Negeri 2 Kuningan dan BPBD Kuningan berharap para siswa mampu menjadi agen keselamatan—minimal bagi diri mereka sendiri dan keluarga—serta terus menyebarkan kultur tanggap bencana demi keselamatan bersama.



Previous Post Next Post